Game resmi, pecandu Masukkan kategori Gangguan Mental

AGEN BANDARQ - Gangguan bermain game oleh WHO sudah secara sah dimasukkan sebagai salah satu situasi kesehatan mental yang bisa didiagnosis secara medis.
Keputusan ini dituangkan dalam International Classification of Diseases edisi teranyar atau ICD-11.
Badan Kesehatan Dunia tersebut menyatakan bahwa gangguan game mesti didiagnosis dengan sarat kehati-hatian.
Seseorang yang tidak jarang kali bermain game tidak dapat serta merta dirasakan telah kecanduan.
Gangguan ini baru terjadi ketika kelaziman bermain game mengganggu kehidupan mereka.
Dalam ICD-11, WHO mencatat bahwa gangguan bermain video game ialah “pola bermain game yang terus-terusan atau berulang” di mana orang itu kehilangan kontrol bakal perilakunya.
Seseorang yang merasakan gangguan ini menjadikan bermain game sebagai prioritas di atas kegiatan lainnya, dan terus bermain meski merasakan konsekuensi negatif, seperti kehancuran hubungan dengan keluarga, hubungan sosial, kegiatan dan lainnya.
CERDASPOKER - Gejala ini mesti dirasakan paling tidak sekitar setahun sebelum seseorang bisa didiagnosis merasakan gangguan bermain game; sampai-sampai menurut keterangan dari Dr Shekhar Saxena yang adalahpakar kesehatan mental guna WHO, melulu sedikit orang yang bermain video game bisa didiganosis merasakan kecanduan.
Pro dan kontra Keputusan WHO ini jelas memunculkan reaksi pro dan kontra dari semua ahli.
Pasalnya, tidak sedikit asosiasi psikiatri, tergolong APA di Amerika Serikat, yang menyimpulkan untuk tidak memasukkan kejangkitan game sebagai di antara jenis gangguan mental.
Ketika memublikasikan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) pada 2013, APA berbicara bahwa tidak ada lumayan bukti guna memandang kejangkitan ini sebagai sebuah situasi kesehatan mental yang unik.
Meski demikian, APA pun menyarankan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut mengenainya.
Keputusan APA berikut yang dipakai sebagai dalil oleh Entertainment Software Association guna memprotes keputusan WHO.
PREDIKSI TOGEL PALING JITU - Mereka berbicara bahwa keputusan WHO tidak didasari oleh bukti-bukti yang powerful dan mencukupi.
Sementara itu, sejumlah pakar kesehatan lainnya bergembira bakal keputusan WHO.
Dr John Jiao yang adalahdokter penyembuhan gawat darurat, misalnya, mencatat di Twitter bahwa diagnosis ini sangat diperlukan untuk menyokong terapi kejangkitan video game.
“Kalau tidak, orang yang benar-benar kejangkitan game dapat mengalami masalah dalam meminta asuransi untuk menunaikan terapi mereka, lagipula bila mereka tidak masuk dalam diagnosis lainnya,” tulis Jiao di Twitter
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "Kontroversial, WHO Putuskan Kecanduan Game sebagai Gangguan Mental"
