Meskipun Terlibat dalam 'War', CEO dan Pendiri Huawei I Love to Buy iPhone, Inilah alasannya

AGEN BANDARQ - Perkataan dari CEO Huawei Ren Zhengfei ini adalahrespon terhadap animo yang timbul di masyarakat China guna memboikot Apple.
PESAING Huawei dalam bisnis smartphone ialah iPhone. Meski begitu, CEO sekaligus pendiri Huawei Ren Zhengfei, tak malu-malu mengakui bahwa dirinya pun salah satu penyuka iPhone.
Di hadapan media, Ren Zhengfei menyatakan suka melakukan pembelian iPhone guna keluarganya ketika berada di luar China.
Tentunya Zhengfei menyenangi iPhone bukan tanpa alasan. Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada ekosistem besar yang dipunyai iPhone.
"iPhone mempunyai ekosistem yang bagus dan saat keluarga saya di luar negeri, saya masih membelikan mereka iPhone. Sehingga tak butuh berpikiran sempit bahwa menyukai Huawei artinya ialah menyukai ponsel Huawei juga," kata Zhengfei.

CERDASPOKER - Dirangkum KompasTekno dari Independent baru-baru ini, ucapan dari CEO Huawei ini adalahrespon terhadap animo yang timbul di masyarakat China guna memboikot Apple, sesudah Huawei dimasukkan dalam blacklist perniagaan Amerika Serikat.
Itu sebagai akibat perang dagang AS-China.
Kumpulan hitam
Setelah masuk dalam susunan hitam pemerintah AS, Huawei kini melulu mempunyai waktu selama tiga bulan sebelum Google mencabut sokongan software Android besutannya guna Huawei.
Zhengfei pun menuliskan bahwa AS sudah memandang remeh kekuatan perusahaannya dan menuliskan Huawei siap terus melaju di industri teknologi tanpa bergantung pada perusahaan AS.
"Lisensi sedangkan yang diserahkan Google sekitar 90 hari tidak memiliki akibat yang besar guna kami. Kami telah siap," katanya.
PREDIKSI TOGEL PALING JITU - Pemerintah AS memasukkan Huawei dan sejumlah 70 perusahaan lainnya dalam 'entity list', di mana perusahaan yang terdapat dalam susunan ini tidak diizinkan membeli komponen baik aplikasi maupun hardware dari perusahaan AS.
Jika Huawei hendak membeli komponen tertentu dari perusahaan AS, Huawei mesti mengemukakan izin untuk pemerintah AS untuk melakukan pembelian komponen tersebut.
Aturan ini berawal dari ketidakpercayaan Presiden Donald Trump pada pemeritah China yang dituding memakai Huawei sebagai alat guna mata-mata. (Yudha Pratomo)
