Sunday, 26 May 2019

Video Tersangka Andri Bibir Berbicara, 11 Tersangka ini 22 Mei, TPF Mulai Bekerja Senin

Video Tersangka Andri Bibir Berbicara, 11 Tersangka ini 22 Mei, TPF Mulai Bekerja Senin

Video Tersangka Andri Bibir Berbicara, 11 Tersangka ini 22 Mei, TPF Mulai Bekerja Senin




AGEN BANDARQ - Polri memutuskan 11 terduga kerusuhan 22 Mei di dekat Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Mereka disangka polisi mengerjakan provokasi untuk menciptakan kerusuhan.

"Ketika menjelang malam, provokasi telah didesain perusuh, mulai antara beda benda keras, batu, paving block, petasan, serta macam barang bukti kami hadirkan.

Ada bambu telah dipersiapkan settingan kumpulan tersebut, demo yang awalnya damai menjadi rusuh," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Satu tersangka ialah A alias Andri Bibir, yang diciduk di Kampung Bali, Tanah Abang.

Andri berperan mengoleksi batu supaya diberikan untuk perusuh guna melempari aparat kepolisian.

"Ini prakarsa orang dalam satu area, salah satunya saudara A atau Andri Bibir.

Andri mengoleksi batu dengan memakai tas ransel, batu tersebut disuplai ke temannya 11 orang.

Habis cari lagi kirim lagi, dan lempar lagi," kata Dedi.

Sosok Andri Bibir (30), yang dalam versi video viral dinamakan anak di bawah usia dan tewas sesudah pemukulan, pun dihadirkan. Polisi akhirnya sukses mengungkap peristiwa tersebut. Ternyata lelaki dalam video itu ialah Andri Bibir (30).

Masih dengan wajah masih sarat luka lebam dan perban, Andri menceritakan untuk wartawan detik-detik ketika ia diciduk dan dipukuli oleh oknum brimob.

"Saya sempat inginkan melarikan diri ke belakang, namun di belakang tersebut udah terdapat brimob banyak.

Dan saya pulang lagi, hingga akhirnya saya diciduk di lapangan parkir lagi," kata Andri.

Belakangan video Andri saat diciduk itu viral di media sosial.

CERDASPOKER - Dalam video itu, Andri tak melulu ditangkap, namun sempat dipukuli oleh sebanyak oknum anggota Brimob.

Andri telah diberi lihat video yang viral tersebut oleh polisi yang memeriksanya.

Ia membetulkan yang terdapat dalam video itu ialah dirinya.

"Ia tersebut video saya, tersebut waktu saya ditangkap," kata dia.

Dedi mengakui yang dilaksanakan sejumlah anggota Brimob dengan memukuli Andri tak cocok standar operasional formalitas (SOP).

Terkait urusan itu, Mabes polri telah menurunkan Propam untuk mengerjakan penyelidikan.

"Propam telah bekerja meminta penjelasan saksi tergolong tersangka rusuh Andri Bibir. Polri bakal profesional dan kan mengerjakan tindakan tegas untuk anggotanya yang bekerja tidak cocok SOP," kata dia.

Kendati demikian, Dedi tak membalas saat ditanya bisa jadi sanksi yang bakal dikenakan.

Dedi pun menegaskan, dengan dihadirkannya Andri Bibir dalam konferensi pers ini, maka narasi bahwa lelaki yang dipukuli di dalam video tersebut tewas melulu lah hoaks belaka

Kesebelas orang terduga punya peran bertolak belakang saat terjadi rusuh 22 Mei.

Berikut ini 11 nama terduga dan perannya:

1. A alias Andri Bibir berperan mengoleksi batu dengan memakai tas ransel dan membawa air dengan jeriken

2. Mulyadi, pelempar batu

3. Arya, pelempar batu

4. Asep, pelempar batu

5. Marzuki, pelempar batu

6. Radiansyah, pelempar batu

7. Yusuf, pelempar batu, botol kaca dan bambu

8. Julianto, pelempar batu, botol kaca, molotov dan bambu

9. Andi , menyerahkan air minum untuk pendemo

10. Saifudin, pelempar batu, botol kaca dan bambu

11. Markus dinamakan melempar batu, botol kaca dan bambu

Barang bukti yang diselamatkan dari pelaku ialah bambu, jeriken, celana, botol kaca, batu, dan handphone.

Para terduga dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Kapolri Bentuk TPF

Di samping itu, Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian menyusun Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menyelidiki jatuhnya korban dalam kerusuhan 22 Mei.

Tim ini bakal dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Moechgiyarto.

"Menyangkut masalah korban, Bapak Kapolri sudah menyusun tim pencari fakta, sedang dibentuk komposisi personilnya langsung di bawah pimpinan bapak Irwasum," ujar Dedi.

Dilansir Kompas.id menurut data Dinas Kesehatan DKI, total terdapat 905 korban kerusuhan 22 Mei, tergolong delapan korban tewas.

Dari delapan korban tewas, empat di antaranya sebab luka tembak.

Berdasarkan keterangan dari Dedi, TPF ini bakal mulai efektif bekerja pada Senin pekan depan.

"Senin, TPF rapat kesatu, menilai rencana tindak lanjut, dan melakukan penyelidikan secara komprehensif," kata dia.

PREDIKSI TOGEL PALING JITU - Berdasarkan keterangan dari dia, hasil kerja TPF ini nantinya akan diadukan ke pimpinan Polri sekaligus pun kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat menantikan hasil penyelidikan TPF dan tidak berspekulasi.

"Jadi kita menantikan dulu TPF yang sudah disusun dan bakal segera bekerja dalam rangka penyelidikan kerusuhan 21-22 Mei," kata dia.

Dedi juga meyakinkan bahwa Polri bakal menindak tegas bilamana ada anggotanya yang bekerja tak sesuai formalitas sehingga mengakibatkan jatuhnya korban.

"Polri bakal profesional dan akan mengerjakan tindakan tegas untuk anggotanya yang bekerja tidak cocok SOP," kata dia.