Diet Karbo Berpotensi Picu Kematian Dini

Sampai ketika ini telah ada tidak sedikit varian diet yang dianggap efektif guna menurunkan berat badan. Sebut saja diet mediterania, diet keto, diet DEBM, diet mayo, hingga diet rendah karbohidrat.
Diet ini dilaksanakan hanya dengan mengonsumsi sumber protein dan menghindari asupan karbohidrat. Karbohidrat yang dikurangi asupannya antara beda nasi, kentang, jagung, dan lainnya. Asupan ini digantikan dengan sekian banyak makanan beda yang mempunyai kandungan protein atau serat lebih tidak sedikit dibanding karbohidratnya.
Bagi orang yang pernah mencobanya, diet ini dianggap efektif guna menurunkan berat badan dalam masa-masa singkat.
Diet rendah karbohidrat dapat memunculkan risiko kesehatan yang besar. Pasalnya karbohidrat menjadi sumber energi utama untuk tubuh.
Dalam suatu studi yang dipresentasikan pada Kongres Kardiologi Masyarakat Eropa di Munich, Jerman, oleh Prof. Maciej Banach, dari Universitas Kedokteran Lodz di Polandia menyatakan adanya hubungan diet rendah karbohidrat dengan kematian.
Analisis studi menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi karbohidrat tidak cukup dari 32 persen, memiliki bisa jadi meninggal sebelum waktunya dikomparasikan dengan mereka yang tidak sedikit makan karbohidrat.
Banach menuliskan diet rendah karbohidrat ini menguntungkan melulu dalam jangka masa-masa pendek.
"Dalam jangka masa-masa pendek, ini bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Tapi penelitian mengindikasikan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian sebab penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan kanker," katanya.
Dilansir dari Web MD, ada sejumlah risiko diet rendah karbohidrat yang mungkin dirasakan di samping kematian.
1. Kolestrol tinggi
Sumber protein yang dikonsumsi laksana susu murni, makanan berlemak tinggi dapat menambah kolestrol. Ini dapat menjadi kesempatan Anda terpapar penyakit jantung.
2. Masalah Ginjal
Memakan tidak sedikit protein nyatanya dapat merangsang ketegangan pada ginjal dan memperburuk faedah ginjal.
3. Osteoporosis dan batu ginjal
Saat mengerjakan diet rendah karbohidrat, kita memungkinkan lebih tidak jarang buang air kecil dari biasanya. Beberapa berpengalaman berpendapat bahwa ini dapat menciptakan Anda terpapar osteoporosis dan batu ginjal.
