Wednesday, 28 August 2019

Menengok Fasilitas Kesehatan Ibu Kota Baru di Kalimantan

Menengok Fasilitas Kesehatan Ibu Kota Baru di Kalimantan

Menengok Fasilitas Kesehatan Ibu Kota Baru di Kalimantan



Kemudahan guna mendapatkan pelayanan kesehatan adalahsalah satu pertimbangan urgen saat menyimpulkan untuk pindah rumah, termasuk ketika Anda ikut pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Ibu kota baru bakal pindah ke Penajem Paser Utara dan Kutai Kertanegara.

Berdasarkan Profil Kesehatan yang diterbitkan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur pada tahun 2018, provinsi ini mempunyai sejumlah kemudahan kesehatan, mulai dari klinik sampai rumah sakit.

Rumah sakit dapat menjadi pilihan guna mendapatkan pelayanan lengkap. Di Kalimantan Timur, lokasi tinggal sakit tersebar di 10 kabupaten kota dengan jumlah 39 lokasi tinggal sakit umum dan 12 lokasi tinggal sakit khusus.

Lebih mudahnya, Anda dapat menuju ke Samarinda, yakni ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Di sana terdapat sebanyak pilihan lokasi tinggal sakit. Di antaranya RS. Khusus Bedah & Bersalin Samarinda Siaga, RS. Bakti Nugraha, RS TNI Kasdim, RS. E. A. Moeis, RSUD A. Wahab Syajranie SMD, RS Atma Husada Mahakam (Jiwa) Samarinda, RS Islam, RSIA Aisyiah, RS H Darjat, serta RS Dirgahayu.

Bila menggunakan kemudahan BPJS, Anda dapat lebih dulu mengarah ke ke puskesmas terdekat. Jumlah puskesmas rawat inap di Kalimantan Timur menjangkau 106 puskesmas. Ditambah 82 puskesmas non rawat inap, 183 puskesmas keliling, dan 722 puskesmas pembantu.

Pelayanan kesehatan beda yang juga dapat Anda kunjungi di Kaltim merupakan 9 lokasi tinggal bersalin, 307 balai penyembuhan serta klinik, 914 praktik dokter perorangan, 38 praktik penyembuhan tradisional, 2 bank darah lokasi tinggal sakit, serta 10 unit transfusi darah.

Kalimantan Timur pun mempunyai mempunyai pelayanan kesehatan guna ibu hamil, penanganan neonatal komplikasi, trafik neonatal, pelayanan imunisasi, dan pelayanan family berencana.

Bila sekadar hendak membeli obat atau menebus resep obat, Kaltim mempunyai 632 apotek, 185 toko obat, dan 13 distributor alat kesehatan.

Sarana dan prasarana yang ada ketika ini dipakai untuk menunjang kehidupan selama 3,7 juta warga di Kalimantan Timur.

Dengan kata lain, jumlah sarana maupun pelayanan kesehatan dinilai perlu diperbanyak saat ibu kota baru pindah ke Kalimantan Timur yakni di Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, menilik akan terdapat pertambahan jumlah warga yang lumayan banyak.

Dibandingkan dengan di Jakarta, jumlah lokasi tinggal sakit di Kalimantan pastinya masih kalah jumlah. Sebagai informasi, dilansir dari website resmi pemerintah provinsi DKI Jakarta (jakarta.go.id), Jakarta mempunyai sekitar 190 lokasi tinggal sakit umum dan khusus.