Thursday, 29 August 2019

Pasca-Dikecam, Kim Kardashian Ganti 'Kimono'

Pasca-Dikecam, Kim Kardashian Ganti 'Kimono'

Pasca-Dikecam, Kim Kardashian Ganti 'Kimono'



Setelah menemukan kecaman dari sekian banyak pihak, termasuk sangkaan perampasan kebiasaan Jepang, Kim Kardashian kesudahannya mengubah nama produk shapewear-nya. Dia mengubah nama Kimono menjadi SKIMS Solutionwear.

Mengutip AP, bintang reality show dan istri Kanye West ini mengungkapkan dalam instagramnya bahwa dia mengolah nama labelnya setelah melalui pemikiran dan pertimbangan yang matang.

Kim Kardashian mengatakan untuk WSJ Magazine sebelumnya bahwa tujuannya memilih nama Kimono ialah hal 'iseng.' Tak terdapat maksud dirinya guna sengaja mempermainkan atau mengolok. Namun dia menyatakan tak mengantisipasi adanya cercaan dan kritik dari warganet, tergolong warga Jepang.


Berdasarkan keterangan dari laporan AS, tahun kemudian Kim mengemukakan hak paten dengan nama Kimono Intimates.

Hak paten berikut yang pun membuat tidak sedikit orang kesal.

"Tolong hormati kebiasaan Jepang. Kata Kimono seharusnya tidak menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh satu perusahaan dan memungut untung dari #culturalappropriation (penyalahgunaan budaya)," cuit seseorang.

"Kenapa dinamakan kimono bila itu ialah gaya pakaian yang sama sekali berbeda,"cuit seseorang di twitter.

"Kami mengerti bila Anda memasukkan namamu di dalamnya, namun kimono ialah nama busana tradisional Jepang."

Kecaman dari masyarakat luas--khususnya Jepang--membuat Kim tersinggung. Meski tadinya bersikeras menampik dan menyatakan tak bermaksud bersikap tidak menghormati kebiasaan Jepang, model berusia 38 tahun ini kesudahannya luluh.

"Saya tidak jarang kali mendengarkan, belajar, dan menjadi lebih baik. Saya paling berterima kasih dengan banyaknya perspektif yang kalian tunjukkan pada saya,"

Tak hanya warganet, tetapi wali kota Kyoto Daisaku Kadokawa sampai mencatat surat tersingkap untuk Kim sejumlah waktu lalu.

"Kimono ialah pakaian tradisional yang kami [masyarakat Jepang] pelihara. Dalam sejarahnya, pendahulu kami sudah memperkenalkannya dengan sekian banyak upaya,"

Kimono, ditambahkan Kadokawa, ialah warisan kebiasaan yang paling dihargai. Kimono menggambarkan rasa keindahan, semangat, dan nilai-nilai filosofis Jepang.