Pertolongan Pertama Bila Alami Luka Bakar

Kasus Aiptu Erwin, yakni anggota polisi yang merasakan luka bakar dampak mengamankan aksi demo di Cianjur, mengingatkan anda bahwa luka bakar dapat terjadi kapan saja.
Dalam permasalahan ini, kemalangan yang dirasakan oleh Aiptu Erwin ini menciptakan dia merasakan luka bakar 64 persen di tubuhnya.
Namun, menangani luka bakar nyatanya tak semudah mengobati luka enteng biasa. Beberapa mitos dalam mengobati luka bakar bahkan dapat memperburuk luka ketimbang meredakannya.
Salah satu keyakinan untuk mengobati luka bakar di rumah merupakan dengan memakai pasta gigi atau es batu. Tujuannya ialah untuk menciptakan kulit yang terpapar luka bakar menjadi dingin dan reda panasnya. Namun, alih-alih dingin, kulit yang terpapar luka bakar malah malah 'menggelembung' dan berair.
Berdasarkan keterangan dari dokter spesialis kulit Dia Febrina, Sp.KK, pemakaian pasta gigi guna mengobati luka bakar paling tidak dianjurkan. Pasalnya, di samping tidak memberi efek apa-apa, pasta gigi ditakutkan tidak steril, sehingga dapat memicu infeksi. Begitu pun dengan pemakaian minyak yang malah menahan panas lebih lama dalam kulit. Akibatnya kulit jadi luka lebih parah.
Sedangkan es batu yang langsung diaplikasikan ke unsur luka bakar berpotensi merusak jaringan.
Memang terdapat sensasi dingin yang terasa ketika dioleskan ke kulit yang terluka, tetapi efek sampingnya tentu justeru jadi tambah parah. Jika laksana ini bagaimana usahakan menangani atau bantuan kesatu setelah merasakan luka bakar?
Berikut langkah yang aman sebagai bantuan kesatu pada luka bakar.
1. Gunakan air dingin guna mengompres atau membilas unsur yang terasa panas.
2. Bila timbul gelembung luka, baiknya tidak dipedulikan saja. Hindari menutupnya dengan plester, termasuk berjuang memecahkannya dengan jarum.
3. Oleskan salep khusus guna luka bakar atau salep antibiotik yang berisi neomycin sulfate dan neomycin yang lazimnya mempunyai efek dingin.
Ketiga teknik tadi dapat dipakai sebagai penanganan luka bakar ringan. Namun bila luka bakar telah masuk dalam kelompok berat, lagipula sudah menjangkau tulang, usahakan segera mengarah ke ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna mendapatkan penanganan yang tepat dan intensif.
