Sering Pakai Sabun Wanita, Vagina Justru Rentan Iritasi

Udara lembap menciptakan area selama vagina menjadi gampang 'gerah' dan bau laksana 'ikan asin'. Menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang berisi wewangian pasti terasa menyegarkan.
Sensasi bersih, wangi, dan 'kering' memang langsung terasa usai bersihkan Miss V dengan sabun, sayangnya teknik membersihkan vagina dengan sabun malah menimbulkan pelbagai masalah kesehatan.
Di samping sabun, teknik lain mencuci Miss V yang tidak dianjurkan ialah dengan douching. Douching atau memasukkan cairan kimia ke dalam mulut rahim juga dapat 'mengacaukan' kesehatan alami pada wilayah tersebut, papar Mary Jane Minkin, M.D, profesor klinis bidang kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale Medical School.
Minkin menilai, mencuci Miss V dengan sabun atau douching, bisa mengganggu ekuilibrium antara bakteri baik dan jahat. Kandungan pada dua bahan pembersih itu dapat menguras bakteri Lactobacilli yang bakal menjaga ekuilibrium pH asam. Ketika ekuilibrium pH terganggu, masalah juga muncul, laksana iritasi atau alergi di dekat vagina.
"Jika kita merasa mempunyai vagina bau sebab ketidakseimbangan pH, produk-produk itu tidak akan mengerjakan apa pun guna Anda. Justru ekuilibrium pH terganggu sebab mereka, kata Minkin ketika menanggapi maraknya sabun yang mengklaim bisa menyeimbangkan pH.
Rupanya, teknik terbaik untuk mencuci Vagina lumayan sederhana. Tanpa mesti keluar ongkos membeli sabun, Anda lumayan membasuhnya dengan air biasa. Tak ada cara khusus, karena Miss V dinilai memiliki keterampilan untuk mencuci dirinya sendiri.
Jadi, bila merasakan masalah berkelanjutan pada Miss V, laksana rasa gatal yang konsisten, keputihan yang sering, bau tak sedap laksana bau busuk, solusinya bukanlah memakai sabun atau doucing, kata Minkin, melansir Self.
"Sebaiknya segera datang untuk mengerjakan pemeriksaan apakah ada bisa jadi infeksi jamur atau persoalan lain," tutup Minkin.
