Status Gunungapi Indonesia, 4 Siaga, 18 Waspada

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis (15/8) merilis laporan kebencanaan geologi terbaru sebanyak gunungapi aktif di Indonesia.
Dari total 69 gunung api yang dicermati secara terus menerus, ada 4 gunung api level III (Siaga) tergolong Gunung Agung dan Gunung Sinabung. Sementara level II (Waspada) pada 18 gunung api tergolong Gunung Rinjani dan Gunung Tangkuban Perahu.
Secara keseluruhan, kedudukan gunung api terbagi menjadi 4, normal (level 1), waspada (level 2), siaga (level 3), dan awas (level 4).
1. Aktif Normal
Tidak terdapat perubahan kegiatan secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik, tidak terdapat letusan sampai kurun masa-masa tertentu.
2. Waspada
Mulai meningkatnya kegiatan seismik dan mulai hadir kejadian vulkanik. Pada kedudukan ini pun mulai terlihat evolusi visual di dekat kawah. Mulai terjadi gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diduga tak terjadi erupsi dalam jangka masa-masa tertentu.
3. Siaga
Ada penambahan seismik, terlihat evolusi visual dan kegiatan kawah. Kondisi tersebut akan dibuntuti dengan letusan utama. Jika peningkatan pekerjaan gunung api terus berlanjut, bisa jadi erupsi besar barangkali terjadi dalam kurun dua pekan.
4. Awas
Status Awas ialah kondisi sangat memungkinkan terjadinya erupsi. Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, dibuntuti semburan abu dan uap. Setelah tersebut akan dibuntuti dengan erupsi besar. Dalam situasi ini, bisa jadi erupsi besar akan dilangsungkan dalam kurun 24 jam.
Berikut sebanyak gunungapi dengan kedudukan di level II dan III di Indonesia seperti dikutip dari website PVMBG Kementerian ESDM.
Level II (Waspada)
1. Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda)
Kondisi terkini semenjak 25 Maret 2019 ialah Level II sesudah sebelumnya merasakan intensitas erupsi lumayan tinggi pada 27 Desember 2018.
2. Gunung Merapi (Jawa Tengah)
Dari monitoring CCTV kemarin sampai pagi ini tampak awan panas guguran dengan jarak luncur 300-35-m dan guguran lava ke hulu kali Gendol. Kegiatan pemanjatan saat ini paling tidak direkomendasikan. Status Merapi naik ke level II semenjak 21 Mei 2018 sebab meningkatnya kegiatan vulkanik.
3. Gunung Dukono (Maluku Utara)
Gunung yang terletak di Halmahera Utara ini relatif terus menerus merasakan letusan sampai saat ini. Dari kemarin sampai pagi ini tampak tertutup kabut 0-III.
4. Gunung Ibu (Maluku Utara)
Gunung yang tercatat merasakan erupsi terus menerus semenjak 2008. Saat ini sedang di level II. Sempat terjadi sejumlah kali gempa letusan, hembusan, sampai gempa tremor harmonik pada 14 Agustus 2019.
5. Gunung Gamalama (Maluku Utara)
Erupasi minor terjadi pada 4 Oktober 2018 sampai saat ini diputuskan pada level waspada.
6. Gunung Kerinci (Jambi)
Pada 14 Agustus 2019 seismograf menulis telah terjadi 90 kali gempa hembusan dan 1 kali gempa tektonik jauh.
Berlanjut ke halaman berikutnya: Status Gunung Bromo dan gunung lainnya
Status Bromo dan Gunung Lainnya
7. Gunung Bromo (Jawa Timur)
Asap kawah utama tampak dengan elevasi 50 sampai 100 meter dari atas puncak.
8. Gunung Tangkuban Perahu
Tangkuban Perahu merasakan erupsi pada 26 Juli 2019. Kemudian terjadi erupsi susulan pada 1 Agustus 2019. Sementara area wisata di lokasi Tangkuban Perahu direkomendasikan untuk diblokir sampai suasana memungkinkan.
9. Gunung Slamet (Jawa Tengah)
Gunung Slamet terdaftar mengalami eskalasi level waspada semenjak 9 Agustus 2019. Rekaman kegempaan dan deformasi terdeteksi mengalami eskalasi pada Juni 2019.
Level III (Siaga)
1. Gunung Sibabung (Sumatera Utara)
Salah satu gunungapi teraktif di Indonesia ini terdaftar terakhir kali erupsi pada 9 Juni 2019. Sebelumnya, tingkat kegiatan diturunkan ke level III semenjak 20 Mei 2019.
2. Gunung Agung (Bali)
Gunung ini terdaftar kembali erupsi sesudah beristirahat sekitar 53 tahun pada 21 November 2017. Erupsi terakhir terjadi pada 13 Juni 2019 dan ingin terus merasakan penurunan frekuensi.
3. Gunung Soputan (Sulawesi Utara)
pada 16 Desember 2018 sudah terjadi erupsi dan teramati sinar api dari puncak gunung dengan elevasi kolom abu selama 3.000-5.000 m di atas puncak.
4. Gunung Karangetang (Sulawesi Utara)
Level kegiatan gunung dari level waspada menjadi level siaga pada 20 Desember 2018. Warga diinginkan berhati-hati sebab sering terjadi guguran lava pijar dengan jarak luncur 1000 m ke kali Sense, kali Nanitu, dan kali Pangih.
