Sunday, 1 September 2019

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat



Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melewati jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur bertambah signifikan pada malam 1 "Suro" atau malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriah.

Data Pos Pendakian Cemoro Sewu menulis jumlah pemanjatan pada akhir pekan biasa melulu berkisar 50 sampai 100 orang, sementara pada malam "Suro" menjangkau 500an orang lebih. Bahkan pada malam 1 "Suro" tahun lalu terdaftar 2.500 orang memanjat Gunung Lawu.

"Momentum malam 1 'Suro' memang tidak sedikit sekali pendaki yang naik ke Gunung Lawu"

Sejak Sabtu siang, katanya, area Cemoro Sewu telah ramai ditemui para pendaki yang berkeinginan naik ke puncak gunung di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut.

Para pendaki itu memiliki tidak sedikit tujuan. Ada yang melulu ingin merasakan liburan dengan memanjat gunung ataupun mengerjakan ritual "Suroan" di puncak Gunung Lawu.

Pihak BPBD mengimbau semua pendaki Gunung Lawu tidak menciptakan perapian di tempat-tempat yang rawan kebakaran hutan. Hal tersebut karena situasi saat ini sedang kering dampak musim kemarau sampai-sampai rawan kebakaran hutan dan lahan.

"Biasanya semua pendaki yang mengerjakan ritual 'Suroan' itu tidak sedikit yang mengobarkan perapian guna dupa. Diimbau supaya itu [perapian] diperhatikan. Jika sudah selesai mengerjakan ritual, hendaknya dijamin jika tungku telah padam," kata Ferry.

Salah satu pendaki asal Jakarta, Sugito, mengaku memanjat Gunung Lawu bertepatan dengan malam 1 "Suro" guna ritual. Hal tersebut tidak jarang ia kerjakan saat peristiwa serupa.

"Memang sengaja naik ke Gunung Lawu guna ritual di malam 1 'Suro'. Di atas nanti kegiatannya berdoa memohon perlindungan dan keselamatan pada Allah SWT," katanya.

Sejumlah tempat di Gunung Lawu yang dikeramatkan dan biasa dipakai ritual di antaranya Pos IV dan Pos V laksana Sendang Drajat, Sumur Jalatunda, Hargo Dalem, serta titik atau puncak tertinggi yakni Hargo Dumilah.

Mengingat banyaknya pendaki yang naik ke Gunung Lawu pada malam 1 "Suro", pihak BPBD Magetan menegakkan pos pemantauan di dekat pintu masuk jalur pemanjatan Cemoro Sewu. Pendirian pos pantau itu untuk mengantisipasi terjadi situasi kedaruratan dan memudahkan koordinasi antarpetugas andai terjadi sesuatu.

Secara umum minimal ada tiga rute pemanjatan yang umum untuk mengarah ke Puncak Lawu. Di samping Cemoro Sewu yang sedang di Magetan, dua rute lain ialah via Cemoro Kandang dan Candhi Cetho. Rute Cemoro Kandang bermula dari Desa Gondosuli, Kecamatan Tawamangu, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Sementara rute Candhi Cheto melalui Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jateng.