Sunday, 8 September 2019

Perkembangan bayi berusia 2 bulan: Mengatasi Ruam Popok

Perkembangan bayi berusia 2 bulan: Mengatasi Ruam Popok

Perkembangan bayi berusia 2 bulan: Mengatasi Ruam Popok

Selamat memasuki usia 2 bulan! Saat ini, bayi Mama sudah dapat memisahkan suara yang tak asing didengarnya dengan suara beda yang asing. Ia juga kini dapat mendengarkan serta menyimak dengan lebih baik ketimbang sebelumnya.

Obrolan yang Mama kerjakan padanya, menajamkan perkembangan indranya. Kini si Kecil mulai menyimak gerak bibir Mama, seakan-akan terkagum-kagum melihatnya.

Kehidupan Orangtua: Romansa Suami-Istri

Melewati nyaris dua bulan menjadi orangtua, pasti perlu sekian banyak  adaptasi. Hal ini seringkali menciptakan orangtua melulu berfokus pada sang bayi dan tidak banyak mengesampingkan hubungan orangtua sebagai suami-istri.

Tak mesti melewati hubungan intim, Mama dan Papa dapat menghangatkan pulang hubungan lewat hal-hal sederhana. Misalnya, pillow talk. Jadikan peluang ini guna mengekspresikan rasa sayang satu sama lain. Percayalah bahwa obrolan, tawa bahkan sentuhan sayang satu sama beda menjadi bukti cinta yang tak kalah dalamnya. Jika Mama dan Papa punya kesempatan, ambillah waktu guna pergi berdua sekitar satu-dua jam untuk santap malam atau juga pergi ke kafe.

Kunjungan Dokter Bulan Kedua

Saatnya pengecekan dokter bulan kedua guna si Kecil. Dokter akan memeriksa perkembangan berat dan tinggi badan bayi, serta ukuran kepalanya untuk menyaksikan apakah ia bertumbuh dengan sesuai. Penglihatan dan pendengarannya pun di cek, termasuk andai adanya ruam popok, jerawat bayi, dan kerak kepala (cradle cap).

Pada trafik kali ini, dokter bakal merekomendasikan sejumlah vaksin dasar, antara lain: hepatitis B, polio, DTaP (difteri, tetanus dan pertusis), Hib (untuk menangkal meningitis), pneumococcal (untuk mencegah sejumlah jenis bakteri, infeksi telinga, meningitis) dan rotavirus (untuk menangkal dari bakteri penyebab diare).

Dokter bakal menanyakan sejumlah pertanyaan urgen mendasar, contohnya nafsu minumnya, jam tidurnya, perilaku bayi dalam menanggapi rangsang dan sebagainya.