Showing posts with label berita terbaru. Show all posts
Showing posts with label berita terbaru. Show all posts

Monday, 11 November 2019

Jati Denok di Hutan Blora, Pohon Jati Terbesar di Dunia?

Jati Denok di Hutan Blora, Pohon Jati Terbesar di Dunia?

Jati Denok di Hutan Blora, Pohon Jati Terbesar di Dunia?


Cerdaspoker Dominobet - Sebuah pohon jati di hutan Kabupaten Blora, Jawa Tengah memiliki ukuran yang menakjubkan. Masyarakat Blora menyebutnya pohon Jati Denok. Tak hanya di lingkup Indonesia, konon jadi pohon jati terbesar di dunia.

Lokasinya di Dukuh Temanjang, Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo. Persisnya di petak 62, RPH Temetes, BKPH Temanjang, wilayah Perhutani KPH Randublatung.

Usia pohon itu diperkirakan sekitar 400 tahun. Jati Denok memiliki garis tengah sekitar tiga meter, dan tampak sudah menyerupai fosil. Tingginya 30 meter lebih.

Disebut Jati Denok, sebab di bagian pangkalnya terdapat blendong atau gembol yang disebut denok oleh warga sekitar.

Alkisah, dulu Jati Denok pernah dijadikan tempat mandi Putri Jonggrang Prayungan. Kemudian, tempat mandi tersebut diinjak oleh seorang pangeran, dan bekas injakan tersebut jadi menggelembung, menjadi denok seperti sekarang.

Warga setempat hingga sekarang mengistimewakannya. Pohon jati denok hingga saat ini juga menjadi tempat pelaksanaan sejumlah upacara adat bagi masyarakat setempat.

Pemerhati sejarah Blora, Martana, menjelaskan, sikap masyarakat terhadap Jati Denok terkait dengan penabalan sosok primus interpares. Sosok panutan ini biasanya para pendiri komunitas yang kemudian menjadi pemimpin lokal. Kharismanya yang kuat tetap berlanjut sekalipun sudah meninggal dan tetap berpengaruh secara spiritual lewat alam gaib.

Warga setempat masih menghormati sosok panutan itu meski sudah meninggal. Sosok itu pun menjadi danyang, dalam istilah setempat.

"Danyang di Blora biasanya dipercaya bersemayam di sekitar pohon-pohon besar sebagai penanda pusat spiritual masyarakat lokal," jelas alumni UNS 90-an itu.

Martana menambahkan, semua laku spiritual dan efek mistis dari jati Denok berkaitan juga dengan transformasi seorang tokoh dari primus interpares menjadi danyang. Tradisi ini adalah cara masyarakat agar tetap terhubung dengan leluhurnya.

"Efek ekologisnya yaitu tempat danyang biasanya dikeramatkan dan pantang untuk ditebang. Dengan cara ini masyarakat menjaga keberadaan dan kelestarian jati denok," kata Martana.

Rekor MURI

Pada 23 Juni 2008, ada lima potensi daerah Blora, Jawa Tengah yang masuk dalam penghargaan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Pohon Jati Denok adalah salah satunya.

Kelimanya adalah pembuatan sepeda tanpa jari-jari dengan diameter 1,7 meter, bersepeda sembari menyunggi enam kendi, 1.100 warga kelompok belajar buta aksara berpantun dengan Bahasa Jawa secara bersama-sama, tentang pemilihan kepala desa (kades) secara serentak di 246 desa, serta tentang pohon jati Denok.

"Itu dulu penggagas acaranya Dinas Pendidikan, digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora," kata Sujiatun, kepala SD Negeri Banjarejo V.

Sebelumnya Kabupaten Blora juga pernah memecahkan rekor MURI dengan aksi 7.000 orang makan sate bersama dengan wadah pincuk daun jati.

Pisau Menancap di Dada Kiri, Pak Kades Ditemukan Tewas

Pisau Menancap di Dada Kiri, Pak Kades Ditemukan Tewas

Pisau Menancap di Dada Kiri, Pak Kades Ditemukan Tewas


Cerdaspoker Dominobet - Kepala Desa (Kades) Tengkuhen Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Reli Kemit, ditemukan tewas bersimbah darah di Kompleks Taman Permata Surya, Blok E 15, Jalan Eka Surya, Dusun 8, Desa Kedai Durian, Delitua.

Kades berusia 57 tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar mandi. Reli tewas dengan posisi duduk di atas kloset kamar mandi dengan pisau menancap di dada sebelah kiri dan luka sayat di leher bawah.

Kapolsek Delitua, AKP Dolly B Nainggolan mengatakan, sebelum ditemukan tewas pada Minggu (10/11/2019) sekitar pukul 10.00 WIB pemilik rumah atas nama Gayus Bangun ditelpon oleh Asisten Rumah Tangga. Gayus diberitahu ART, Reli berada di kamar mandi namun tidak kunjung keluar.

"Merasa khawatir, pemilik rumah, menelpon Kepala Dusun 8, Hidayat, untuk dimintai tolong agar datang ke rumahnya untuk memastikan kondisi itu," kata Dolly.

Sekitar pukul 11.15 WIB, Hidayat beserta seorang warga tiba di rumah Gayus dan melihat Reli berada di kamar mandi sudah tidak bernyawa. Merasa takut dengan kondisi tersebut, Hidayat lalu menghubungi Polsek Delitua untuk melaporkan peristiwa tersebut.

"Saat kita tiba di lokasi, korban benar sudah dalam keadaan tak bernyawa seperti yang dilaporkan," terangnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inafis pada jenazah korban, didapati ada sebanyak lima luka di bagian dada. Untuk mengetahui penyebab Reli hingga tewas, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan visum.

Dolly mengaku, sejauh ini pihaknya berkesimpulan Reli tewas bukan karena dibunuh, melainkan bunuh diri. Dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi, Reli diketahui tengah mendapatkan tekanan kejiwaan, lantaran tengah menghadapi proses perceraian dengan istrinya.

"Pak Kades itu memang untuk sementara tinggal di rumah pendetanya atas nama Gayus Bangun," Dolly menandaskan.

Hujan Es dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Bojonegoro

Hujan Es dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Bojonegoro

Hujan Es dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Bojonegoro


Cerdaspoker Domino99 - Hujan es disertai angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro Sabtu (9/11/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Hujan es sebesar biji jagung turun di seputaran kota, bagian barat di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, tengah kota terjadi di Ledok Kulon, Jalan Gajah Mada, dan di barat kota di Kelurahan Jetak.

Dilansir dari Surya.co.id, Olyvia warga Kelurahan Ledok Kulon bercerita bahwa hujan sore itu tidak biasa karena suaranya sangat keras.

Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Es Landa Rangkasbitung, Sejumlah Rumah Rusak

Saat dilihat ternyata hujan es. Warga yang mengetahuinya pun mengumpulkannya untuk difoto.

"Iya terjadi hujan es seperti biji jagung, kita kumpulkan lalu difoto, ini kan langka," Ujarnya.

Sementara itu di waktu bersamaan, sepanjang jalan di Kota Bojonegoro hingga Kecamatan Malo gelap gulita karena pemadaman listri.

Selain itu beberapa rumah warga dan sedikitnya 6 pohon tumbang di kawasan kota.

Baca juga: Beredar Video Hujan Es di Sulut, Ini Penjelasan BMKG

"Benar memang ada hujan es, ada laporan di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk. Untuk di mana saja yang terjadi belum kita data, karena kita masih fokus penanganan pohon tumbang," jelas Sekretaris BPBD Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia seperti dilansir dari Surya.co.id.

Nadif Ulfia menambahkan, beberapa fasilitas pendidikan dan fasilitas milik pemerintah juga mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.

"Rumah roboh dan sejenisnya masih kita data," punkasnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Hujan Es Sebesar Biji Jagung di Bojonegoro disertai Angin Kencang yang Tumbangkan Sejumlah Pohon

Dua Pendaki Gunung Klabat Ditemukan Dalam Kondisi Sakit dan Kelelahan

Dua Pendaki Gunung Klabat Ditemukan Dalam Kondisi Sakit dan Kelelahan

Dua Pendaki Gunung Klabat Ditemukan Dalam Kondisi Sakit dan Kelelahan


Cerdaspoker Domino99 - Novita Sarempa (37) dan Daud (29), berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, Minggu (10/11/2019).

Keduanya dievakuasi karena mengalami sakit dan kelelahan saat mendaki Gunung Klabat di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Keduanya ditemukan di ketinggian 1.300 di atas permukaan laut (mdpl).

Kepala Kantor SAR Manado Gede Darmada mengatakan, insiden ini baru diketahui oleh Basarnas pada pukul 02.30 Wita.

"Kemudian pada pukul 03.00 Wita, tim rescue berangkat ke lokasi dan berhasil menemukan kedua korban pada pukul 05.30 Wita, dengan kondisi sakit dan kelelahan," kata Darmada lewat pesan singkat saat dikonfirmasi, Minggu sore.

Novita dan Daud berdomisili di Kelurahan Titiwungan Selatan, Lingkungan I, Kota Manado.

Setelah ditemukan, para korban diberikan pertolongan pertama.

Proses evakuasi sangat sulit, membutuhkan pertolongan dengan menggendong, memapah dan menggunakan tandu darurat karena menyesuaikan kenyamanan korban.

Dengan adanya insiden seperti ini, ia berharap, seluruh pencinta alam yang suka naik gunung mempersiapkan fisiknya dengan baik sehingga tak ada kendala pada saat mendaki gunung.

Penulis: Kontributor Manado, Skivo Marcelino MandeyEditor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita