Tuesday, 11 June 2019

5 Kisah Heroik Orang Yahudi yang Bersedia Membahayakan Kehidupan untuk Indonesia

5 Kisah Heroik Orang Yahudi yang Bersedia Membahayakan Kehidupan untuk Indonesia

5 Kisah Heroik Orang Yahudi yang Bersedia Membahayakan Kehidupan untuk Indonesia


AGEN BANDARQMembicarakan Yahudi di Indonesia pasti yang akan muncul ialah hal-hal yang ingin negatif. Ada banyak dalil kenapa sampai laksana itu, di antara misalnya ialah lantaran perlakukan tidak mengasyikkan Israel yang mana anda tahu penduduknya beberapa besar Yahudi, untuk Palestina. Hal itu bahkan pun menciptakan sentimen level negara dengan tidak adanya utusan besar Israel di Indonesia.

Padahal bilamana melihat kebelakang, tidak sedikit orang-orang penyuka emblem bintang Daud ini yang menolong kita di zaman kolonial. Bahkan ada sekian banyak tokoh Yahudi hingga ikut berperang melawan belanda dan menyerahkan pendidikan cuma-cuma seperti Johanna Petronella Mossel. Meskipun tidak terdaftar dalam kitab sejarah, namun kita patut berterimakasih untuk sejumlah tokoh Yahudi atas baktinya.

Berperang bareng rakyat Surabaya



Peristiwa perang di Surabaya pada tanggal 10 November 1945 pasti meninggalkan tidak sedikit cerita. Mulai dari pidato bung Tomo hingga tewasnya seorang jenderal Sekutu. Tak kalah urgen juga, pada kejadian itu ada sosok Yahudi ikut berperang melawan penjajah. Aksi Charles Mussry memang tidak tidak sedikit diketahui orang namun dia ialah salah satu orang pun gigih angkat senjata dan berperang saat itu. Kedatangannya di Surabaya sebetulnya ialah sebagai pengusaha bengkel, tapi sebab melihat banyaknya penindasan menciptakan ia terdorong guna ikut serta dalam peristiwa tersebut. Meskipun bantuannya tidak pernah terdaftar dalam sejarah namun kita patut berterimakasih sebab mau dengan sukarela ikut memperjuangkan kemerdekaan negara kita.

Menyediakan pendidikan cuma-cuma untuk rakyat kita


CERDASPOKER Pendidikan pasti menjadi barang langka guna masyarakat Indonesia. Karena dahulu yang dapat mendapatkan pendidikan melulu kaum bangsawan atau orang kaya. Berangkat dari rasa prihatin akan urusan itu membuat Johanna Petronella Mossel menegakkan sekolah dagang swasta pada tahun 1925, yang tentu tidak sedikit menerima orang anda dari pada Belanda. Perempuan keturunan Indo-Belanda berdarah Yahudi ini pun adalahpejuang pergerakan nasional. Aksinya membela tanah air anda tetap dilaksanakan setelah Indonesia Merdeka dan meskipun dicap sebagai pengkhianat oleh Belanda.

Membantu memasok keperluan perang melawan penjajah


Membicarakan persenjataan pasti sangat bertolak belakang antara kini dan dahulu. Banyak yang mengisahkan dulu guna berperang melawan penjajah melulu menggunakan bambu runcing. Kisah pertolongan Yahudi juga dilaksanakan dalam urusan pemasokan kebutuhan untuk perang di Balikpapan. Datang dengan Divisi 7 tentara Australia lalu tiba di Balikpapan, John Cohen lalu mengerjakan kerjasama dengan pemuda pro kemerdekaan. Karena urusan itu tentara keturunan Israel ini medukung kebebasan dengan teknik menyediakan senjata guna perang, menyebar pamflet mengandung info suasana perjuangan dan bareng Dr Ratulangi berusaha melawan pemerintahan kolonial.

Ikut dalam pembentukan lembaga pertolongan hukum



PREDIKSI TOGEL PALING JITU Kisah keturunan Yahudi mempunyai nama Daniel Lev ini sedikit bertolak belakang karena ia tidak mengerjakan perang untuk menolong Indonesia. Berangkat dari sebuah riset yang dilaksanakan dan perhatian bakal hukum dan hak asasi (HAM), menjadikannya akrab dengan tidak sedikit intelektual negara kita. Hal tersebutlah yang menciptakan dirinya ikut dalam merumuskan dan menempatkan dasar pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Indonesia. Dan tidak berhenti di situ, Daniel Lev sering menyalurkan ilmunya mengenai demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Peran pentingnya itu tetap dipakai hingga sekarang.

Mengabdi guna Indonesia walau tidak mempunyai hubungan darah


Yahudi beda yang mempunyai cerita heroik guna Indonesia ialah Herbert Feith. Berawal dari ancaman tentara Jerman pada tahun 1939 menciptakan dirinya bareng keluarga mesti beralih dari Eropa. Melanjutkan studi Di Universitas Melbourne, belajar tidak sedikit tentang ilmu politik. Setelah menuntaskan sekolahnya Feith pergi ke Indonesia. Pada negara anda dia mengabdikan dirinya dengan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil sementara. Meskipun sikat namun dia sudah mengejar betapa rumit dan tidak efektif birokrasi pemerintah Indonesia di tahun 1950an. Penemuannya pada tahun tersebut pasti dapat kita pakai sebagai bahan komparasi dengan sekarang, apakah lebih baik atau lebih buruk?
Penilaian negatif terhadap Yahudi memanglah sebuah hal yang tidak dapat dihindari. Apalagi kita menyaksikan bagaimana kekejamannya terhadap Palestina. Tetapi dari sekian banyak kisah ini anda harus tetap sadar bahwa tidak seluruh dari mereka berkelakuan buruk. Seperti semua sosok di atas yang kiprahnya paling terlihat untuk Indonesia.