Monday, 22 July 2019

Ombak Tinggi, Wisatawan Pantai Selatan Diminta Tak Berenang

Ombak Tinggi, Wisatawan Pantai Selatan Diminta Tak Berenang

Ombak Tinggi, Wisatawan Pantai Selatan Diminta Tak Berenang



Wisatawan diingatkan supaya tak berenang di pesisir pantai selatan. Hal ini dikatakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyusul tingginya gelombang ombak di perairan Samudera Hindia.

"Kita mohon wisatawan tidak berenang untuk mencegah kemalangan laut," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi ketika dihubungi di Lebak, Minggu (21/7).

Peringatan ini menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten. BMKG Banten memperingatkan adanya gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di Selat Sunda unsur selatan, perairan unsur selatan Banten dan Samudera Hindia unsur selatan Banten.

Peluang elevasi gelombang Selat Sunda unsur selatan mencakup Pantai Binuangeun, Panggarangan, Sukamaju, Bagedur, Cihara, Bayah, Pulau Manuk, Sawarna sampai Tanjung Panto antara 2,50 - 4,0 meter dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam.

Dengan demikian, pengunjung wisatawan diimbau tidak berenang di dekat pantai selatan sebab sangat riskan dan berpotensi menimbulkan kemalangan laut.

"Kami bercita-cita semua wisatawan bisa mematuhi peringatan imbauan ini sebab khawatir mereka tersapu gelombang tinggi," katanya menjelaskan.

Ia menyatakan cuaca pesisir pantai unsur selatan yang berhadapan langsung perairan Samudera Hindia mempunyai karakter bertolak belakang dengan pantai di Selat Sunda unsur utara.

Karakter gelombang pantai selatan lumayan tinggi dan terdapat tidak sedikit karang. Kondisi ini lumayan membahayakan untuk pengunjung yang berenang di dekat pantai itu.

BPBD pun menyampaikan surat peringatan imbauan cuaca buruk pada Polsek, Kesyahbandaran, TPI, petugas pengamanan pantai, empunya hotel dan restoran.