Sunday, 18 August 2019

Kenangan Persahabatan 3.000 Cangkir Kopi Turki

Kenangan Persahabatan 3.000 Cangkir Kopi Turki

Kenangan Persahabatan 3.000 Cangkir Kopi Turki



Koleksi 3.000 cawan kopi, berikut yang dilaksanakan oleh kolektor cawan kopi mempunyai nama Mesude Isikli. Perempuan yang adalahseorang Guru Seni dari provinsi Osmaniye, Turki, ini menyatakan begitu terpukau akan kebiasaan negaranya dalam meminum kopi.

Di Turki, kebiasaan minum kopi bukan sekadar ajang gaya hidup. Lebih dari itu, tradisi minum kopi memiliki makna sakral untuk masyarakat Turki. Sampai-sampai, kebiasaan minum kopi di negara yang familiar dengan kuliner kebabnya tersebut memiliki keyakinan mistis.

Salah satu pepatah yang mewakili keyakinan kalangan penyuka kopi di Turki merupakan a cup of coffee has a credit (of friendship) for 40 years, yang berarti terdapat nilai persahabatan yang bakal terjalin sekitar 40 tahun saat merasakan kopi bersama.

Itu pula yang menjadi dalil perempuan yang akrab dipanggil Isikli guna mengoleksi cawan kopi kesatunya 12 tahun silam. Walau koleksinya sekarang mencapai ribuan, cawan kesatunya terus sedang di tempat sangat istimewa di raknya.

"Saya dan family benar-benar menyenangi kopi. Kecintaan saya pada kopi telah membuat rasa hendak tahu terhadap cangkir-cangkir kopi," kata Isikli untuk CNN.

Rasa hendak tahu menciptakan Isikli menjadi orang kesatu di dunia yang sekitar 12 tahun mengabdikan diri hidupnya untuk mengoleksi 3.000 cawan kopi menarik dengan model berbeda.

Sebagian besar cawan yang dimilikinya ialah barang antik. Isikli memiliki cawan yang telah berusia 120 dan 80 tahun. Menariknya, Isikli tak memperlakukan cangkir-cangkir tersebut sebagai barang pajangan semata.

"Mereka ialah cangkir yang 'hidup' dan pernah digunakan. Mereka seluruh memiliki cerita dan memori tersendiri," jelas Isikli.

Mengutip sejumlah sumber, untuk orang Turki, minum kopi adalahsimbol persahabatan, seni, sampai tradisi. Bahkan, sebagian penduduk Turki masih menguji keterampilan calon pengantin wanita dalam menciptakan kopi.

Kopi yang diciptakan pun bukan produk instan, tetapi fresh grind alias biji kopi baru dihaluskan sesaat hendak minum kopi, kemudian diseduh, baru dinikmati. Ini berlaku mutlak demi mengawal kesegaran serta 'kesucian' secangkir kopi.

Terakhir, kopi dapat disajikan selagi hangat, dengan ekstra gula ataupun tidak, cocok dengan selera penikmatnya.