Saturday, 24 August 2019

Risiko Penularan HIV Akibat Hubungan Seks Threesome

Risiko Penularan HIV Akibat Hubungan Seks Threesome

Risiko Penularan HIV Akibat Hubungan Seks Threesome



Nama 'Vina Garut' tengah ramai menjadi bahan perbincangan. Polres Garut resmi memutuskan V (19) dan A (30) sebagai tersangka permasalahan video asusila 'Vina Garut'. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan tim medis membuahkan hasil bahwa A mengidap HIV.

"Betul, terduga A positif mengidap HIV," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mapaseng ketika dikonfirmasi, Selasa (20/8).

Temuan didapat menurut tes darah yang dilaksanakan pekan lalu. Meski positif HIV, terduga tetap menjalani proses hukum.

Virus satu ini di anggap sangat menakutkan. Selain menakut-nakuti jiwa, HIV pun masih dirasakan sebagai mimpi buruk masyarakat. Salah satu jalur penularan HIV ialah melalui hubungan seks yang dilaksanakan tanpa pengaman.

Dalam permasalahan video asusila 'Vina Garut', hubungan seks dilaksanakan secara threesome. Pertanyaannya kemudian, apakah hubungan seks yang dilaksanakan secara threesome memperbesar risiko penularan?

"Sebenarnya bukan masalah berapa banyaknya, tetapi bila salah satu positif HIV [kemudian] bersangkutan tanpa kondom, maka terdapat risiko penularan," jelas berpengalaman medis HIV.

Dokter yang berpraktik di suatu klinik swasta di Jakarta ini menuturkan, tak memblokir kemungkinan andai para aktor video asusila dapat tertular HIV. Seorang yang positif dapat menularkan HIV pada pasangannya melewati hubungan seksual, terlebih andai pasangan lebih dari satu.

"Cek kedudukan PMS [penyakit menular seksual] laksana HIV, sifilis. Kalau di antara positif, musti dilaksanakan pengobatan dulu," ujar Esti.

Esti menambahkan, penularan HIV tak melulu terjadi ketika hubungan seks dilakukan, tapi pun melalui transfusi darah yang tidak melewati skrining PMI, serta pemakaian jarum suntik yang tidak steril.

Ibu yang positif HIV pun dapat menularkannya ke si buah hati, baik ketika kehamilan, proses persalinan, sampai saat pemberian ASI.