5 Langkah Pencegahan Penyakit HIV/AIDS

HIV/AIDS masuk dalam jajaran penyakit sangat 'ditakutkan' di dunia. Pasalnya, penyakit dampak infeksi virus HIV ini merusak sistem kekebalan tubuh.
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome sendiri adalahstadium akhir dari infeksi HIV. Pada etape tersebut, kekebalan tubuh telah hilang sepenuhnya, sampai-sampai sama sekali tak dapat melawan infeksi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuliskan bahwa kematian dampak HIV/AIDS sudah menurun secara global semenjak 2010 sampai 2018. Pada 2018, terdaftar sekitar 770 ribu kematian terjadi dampak HIV/AIDS. Namun sejumlah daerah laksana Eropa Timur dan Timur Tengah malah mengalami peningkatan.
Di Indonesia sendiri, menurut keterangan dari Data Kementerian Kesehatan RI, jumlah kumulatif infeksi HIV yang diadukan sampai dengan Juni 2018 sejumlah 301.959 jiwa dan paling tidak sedikit ditemukan di umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun.
Walau jumlah permasalahan HIV yang diadukan terus meningkat masing-masing tahun, tetapi jumlah penderita AIDS relatif stabil. Ini berarti, tidak sedikit orang dengan HIV yang diketahui statusnya tetapi masih dalam fase terinfeksi HIV positif dan belum masuk dalam stadium AIDS.
Hal ini diakibatkan karena telah adanya obat ARV atau antiretroviral yang dapat menekan jumlah virus HIV di dalam darah. Mirip laksana obat hipertensi dan kolesterol, obat ARV mesti diminum secara teratur, tepat masa-masa dan seumur hidup.
Walau ARV dipastikan tersedia oleh pemerintah dan dapat didapatkan secara gratis, HIV/AIDS tetap menjadi penyakit mematikan. Tak hanya untuk ODHA, namun untuk pasangan dan anak-anaknya kelak, karena HIV menular melewati cairan kelamin, darah, dan ASI.
Berikut sejumlah cara yang direkomendasikan Kemenkes RI guna pencegahan penyakit mematikan HIV/AIDS.
1. Hindari perilaku berisiko, laksana hubungan seksual berisiko atau memakai narkoba jarum suntik.
2. Bila sudah mengerjakan perilaku berisiko tersebut, segera kerjakan tes HIV.
3. Bila tes HIV negatif, kerjakan perilaku aman untuk menangkal tertular HIV.
4. Bila tes HIV positif, jalani hubungan seksual yang aman, memakai kondom, serta menghindari pemakaian jarum suntik bergantian ialah pilihan terbaik.
5. Minum obat ARV cocok dengan tuntunan dokter supaya hidup tetap produktif.
