Thursday, 5 September 2019

Katedral Sevilla Terapkan Aturan Terkait Pakaian

Katedral Sevilla Terapkan Aturan Terkait Pakaian

Katedral Sevilla Terapkan Aturan Terkait Pakaian



Katedral Sevilla adalahkatedral Gothik terbesar, sekaligus gereja terbesar ketiga di dunia.

Tidak mengherankan andai tempat ini menjadi di antara tujuan semua wisatawan yang berangjangsana ke Spanyol, terlebih di dalamnya ada makam Christopher Colombus si 'penemu' benua Amerika.

Tapi guna masuk ke dalamnya, ketika ini wisatawan mesti meyakinkan apakah pakaian yang ia kenakan sudah cocok dengan aturan.


Katedral Sevilla memberitahukan aturan berhubungan pakaian yang diperbolehkan untuk masuk. Celana pendek, rok pendek, kaos tanpa lengan, tank top, dan sandal jepit ialah beberapa benda yang masuk dalam susunan larangan.

Untuk dapat masuk ke dalam, masing-masing pengujung paling tidak mesti mengenakan pakaian yang tertutup.

Celana panjang atau rok yang hampir menyentuh mata kaki ialah syarat mesti yang mesti dikenakan oleh semua pengunjung, bila hendak menyaksikan arsitektur katedral atau berziarah ke makam Christopher Colombus.

Di samping aturan berhubungan pakaian, Katedral Sevilla pun melarang sejumlah hal untuk dilaksanakan di dalamnya laksana merokok, berteriak, lari-larian, makan, dan minum.

Sebelum menjadi mega katedral dari Sevilla, bangunan ini adalahmasjid agung yang di bina dinasti Almohad pada abad 12.

Namun gempa bumi yang mengguncang Sevilla tahun 1365 merusak mayoritas bagian. Pada bulan Juli 1401 sesudah Kerajaan Kristen sukses merebut pulang Sevilla dari tangan muslim, mereka mulai mengerjakan pembangunan katedral.

Simbol-simbol Islam dihilangkan dari unsur bangunan masjid yang bertahan dan beberapa ada yang dipertahankan. Pendekorasian ruangan katedral raksasa ini dilangsungkan hingga mula abad ke-20.

Bagian masjid yang selamat dari bencana gempa bumi ketika itu ialah La Giralda, suatu menara lokasi berkumandangnya adzan yang lantas menjadi bell tower Katedral Sevilla.