Saturday, 7 September 2019

Kurang Tidur Turunkan Kepuasan Seksual

Kurang Tidur Turunkan Kepuasan Seksual

Kurang Tidur Turunkan Kepuasan Seksual



Kurang istirahat tak melulu membuat mata mengantuk. Lebih dari itu, tidak cukup tidur juga sehubungan dengan kualitas kehidupan seksual dengan pasangan.

Penelitian terbaru mengindikasikan adanya kaitan antara tidak cukup tidur dengan berkurangnya libido atau nafsu seksual. Studi yang baru saja dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine ini mengejar bahwa istirahat yang buruk mengakibatkan disfungsi ereksi pada laki-laki dan kendala orgasme pada perempuan.

Hasil riset ini didapat sesudah peneliti mengerjakan analisis terhadap pola istirahat dan kehidupan seksual lebih dari 4.000 laki-laki dan wanita di pertengahan umur 60-an. Walau semua narasumber berusia 'tua', tetapi pengaruh tidak cukup tidur terhadap kepuasan seks ini dinilai tetap sama guna segala usia, khususnya pada laki-laki.

Pada laki-laki, tidak cukup tidur menyebabkan kadar hormon testosteron berkurang. Testosteron yang rendah dominan pada kurangnya hasrat seksual dan pun meningkatkan disfungsi ereksi. Penelitian ini pun menjelaskan bahwa hormon-hormon urgen dalam kehidupan seksual terbentuk di saat-saat akhir dari istirahat nyenyak.

Tak melulu laki-laki, situasi ini juga dirasakan oleh perempuan. Perempuan pun membutuhkan testosteron alami untuk mengawal tulang tetap sehat, menambah kognisi, menambah massa otot, dan menciptakan sel darah merah baru.

Perempuan yang merasakan masalah dengan faedah seksual mesti mengevaluasi tidurnya

Sebuah studi kecil pada 171 mahasiswi mengejar bahwa ekstra tidur sekitar satu jam bisa meningkatkan kemauan untuk bercinta pada hari berikutnya. Dengan catatan, jumlah jam istirahat sebelumnya sudah cocok dengan rekomendasi.

Berdasarkan National Sleep Foundation, orang dewasa dianjurkan untuk tidur sekitar 7-9 jam masing-masing malam. Tidur yang lumayan memberikan tidak sedikit manfaat guna tubuh mulai dari stamina yang kuat sampai kepuasan seks yang meningkat.