Monday, 2 September 2019

WHO: Menolak Vaksin Sebabkan Kasus Campak Meningkat

WHO: Menolak Vaksin Sebabkan Kasus Campak Meningkat

WHO: Menolak Vaksin Sebabkan Kasus Campak Meningkat



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan permasalahan campak bertambah tajam di semua dunia sampai tiga kali lipat bila dikomparasikan tahun lalu. Penolakan vaksin Measles dan Rubella (MR) yang terjadi di tidak sedikit negara, tergolong Indonesia, dinamakan menjadi penyebab bertambahnya jumlah permasalahan campak.

Perwakilan WHO Kate O'Brien menyebut, sistem kesehatan yang lemah dan informasi yang salah mengenai vaksin adalahpenyebab campak merebak.

Kita merasakan kemunduran, anda berada di jalur yang salah. Kami mempunyai tren yang mengkhawatirkan bahwa seluruh wilayah merasakan peningkatan campak kecuali guna wilayah Amerika, yang merasakan sedikit penurunan

Kasus campak di dunia pada periode Januari sampai Juli tahun ini bertambah tiga kali lipat ketimbang periode yang sama pada 2018.

Hampir 365 ribu permasalahan campak yang diadukan terjadi secara global tahun ini, rekor tertinggi semenjak 2006. Angka ini dinamakan mewakili 6,7 juta permasalahan yang tak diadukan di semua dunia. Pada 2017, campak mengakibatkan sekitar 109 ribu kematian.

Wabah terbesar terjadi di Republik Demokratik Kongo sejumlah 155.460 kasus, Madagaskar 127.454 kasus, dan Ukraina 54.246. Di samping itu, empat negara di Eropa yaitu Albania, Republik Ceko, Yunani, dan Inggris kehilangan kedudukan bebas campak.

WHO menyinggung virus ini menyebar salah satu anak-anak umur sekolah yang orang tuanya menolak menyerahkan vaksin MR. Padahal, campak yang dapat berujung kematian serta kelumpuhan tersebut dapat ditangkal dengan pemberian vaksin MR.